Sleman, 11 September 2026 — Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Negeri Yogyakarta melaksanakan kegiatan pembelajaran Geografi dengan materi Penginderaan Jauh bagi 36 siswa kelas X Indraprasta di SMA Negeri 2 Sleman. Kegiatan yang berlangsung di ruang kelas ini berfokus pada praktik interpretasi citra penginderaan jauh dan berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas, sekaligus turut mendukung poin ke-11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan melalui penguatan kesadaran ruang siswa terhadap wilayah tempat tinggalnya. Sasaran kegiatan ini adalah seluruh siswa kelas X Indraprasta yang sedang menempuh materi Penginderaan Jauh pada semester berjalan.
Kegiatan ini bertujuan melatih kemampuan siswa membaca dan menafsirkan citra penginderaan jauh, sebuah kompetensi literasi spasial yang selama ini kurang terlatih karena pembelajaran Geografi di sekolah pada umumnya masih mengandalkan metode ceramah dan minim pemanfaatan media visual maupun alat peraga. Dalam pelaksanaannya, siswa diajak mengidentifikasi berbagai objek dan kenampakan wilayah pada citra satelit berdasarkan unsur-unsur interpretasi citra, yaitu rona dan warna, bentuk, ukuran, tekstur, pola, bayangan, situs, dan asosiasi. Proses pembelajaran dirancang lebih interaktif dan aplikatif dibandingkan metode konvensional, mengingat metode pembelajaran yang monoton dan minimnya media interaktif turut disebut sebagai faktor rendahnya literasi peta di kalangan siswa. Kegiatan berlangsung di bawah bimbingan guru pamong Geografi SMA Negeri 2 Sleman.
Kegiatan ini merespons persoalan literasi spasial siswa yang menurut sejumlah penelitian masih tergolong sedang hingga rendah, terutama pada aspek analisis dan komunikasi spasial. Melalui praktik interpretasi citra, siswa dilatih mengenali kondisi nyata wilayah Kabupaten Sleman yang berada pada kawasan rawan bencana Gunung Merapi, sekaligus membangun pemahaman awal terhadap karakteristik wilayahnya sendiri. Kemampuan spasial penting dalam mendukung kesiapsiagaan bencana, karena kemampuan memahami kondisi ruang dan lingkungan dapat membantu siswa mengenali risiko serta menentukan respons yang tepat terhadap potensi bencana. Selain memperkuat literasi spasial, kegiatan ini juga meningkatkan kepekaan siswa terhadap kondisi dan risiko kewilayahan serta mendorong pembelajaran Geografi yang lebih kontekstual. Hal tersebut menunjukkan kontribusi kegiatan terhadap pencapaian SDG 4 melalui penguatan kualitas dan pengalaman belajar siswa, serta SDG 11 melalui peningkatan kesadaran terhadap risiko bencana dan lingkungan di wilayah tempat tinggalnya.
Praktik interpretasi citra penginderaan jauh perlu dikembangkan dan diintegrasikan secara berkelanjutan dalam pembelajaran Geografi di SMA Negeri 2 Sleman maupun sekolah lain, khususnya di wilayah rawan bencana. Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat literasi spasial siswa serta meningkatkan kemampuan mereka dalam memahami kondisi lingkungan dan mengenali risiko bencana di wilayah tempat tinggalnya.