0274 – 869774 smanpandowo@gmail.com

Pelaksanaan Praktik Kependidikan (PK) oleh mahasiswa program studi Pendidikan Sosiologi Universitas Negeri Yogyakarta telah sukses diselenggarakan dalam kegiatan belajar mengajar di Kelas XI Werkudara, SMA Negeri 2 Sleman, pada bulan September 2026. Kegiatan ini menyasar 36 murid dengan fokus utama pada peningkatan kualitas pembelajaran Sosiologi. Praktik kependidikan ini tidak hanya bertujuan untuk memberikan pengalaman mengajar bagi mahasiswa, tetapi juga diintegrasikan secara langsung dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Secara khusus, kegiatan ini berkorelasi dengan Tujuan 4 (Pendidikan Bermutu), Tujuan 5 (Kesetaraan Gender), Tujuan 10 (Berkurangnya Kesenjangan), dan Tujuan 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh). Melalui pembelajaran ini, murid diajak untuk lebih peka dan kritis terhadap isu-isu pembangunan berkelanjutan di lingkungan sekitarnya.

Mengusung materi pokok “Upaya Mengatasi Masalah Sosial”, kegiatan belajar mengajar ini dirancang menggunakan model Problem Based Learning (PBL) guna mengasah nalar kritis dan kemampuan pemecahan masalah. Sebagai fasilitator, mahasiswa praktikan mengawali kelas dengan apersepsi menarik berupa penyajian fenomena balap liar di kalangan remaja. Berdasarkan narasi yang disampaikan, murid diminta untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk penanganan yang ada dalam kasus tersebut. Guru kemudian mengaitkan hasil apersepsi ini dengan materi inti pembelajaran, yakni berbagai bentuk upaya mengatasi masalah sosial yang meliputi tindakan persuasif, koersif, kompulsi, pervasi, preventif, dan represif. Agar konsep lebih mudah dikuasai, murid diajak mencocokkan teori upaya-upaya tersebut dengan contoh konkret pada kasus balap liar sebelumnya sehingga mereka mampu mengidentifikasinya dengan tepat.

Setelah pemahaman dasar terbentuk, ke-36 murid dibagi ke dalam 6 kelompok kecil untuk mengerjakan Lembar Kerja secara kolaboratif. Setiap kelompok awalnya ditantang menyelesaikan permainan “Search Word“ guna menemukan 10 kata kunci materi, lalu dilanjutkan dengan diskusi analisis studi kasus. Studi kasus yang didapatkan berbeda untuk tiap kelompok, mencakup masalah kepadatan penduduk, cyberbullying, ketidaksetaraan gender, penyebaran berita hoaks, intoleransi agama, serta kesenjangan akses pendidikan. Masing-masing kelompok kemudian melakukan presentasi singkat untuk memaparkan gagasan serta upaya alternatif dalam mengatasi permasalahan yang mereka kaji. Sebagai langkah terakhir, rangkaian pembelajaran ditutup dengan evaluasi individu menggunakan platform Quizizz guna mengukur tingkat pemahaman akhir murid terhadap materi yang telah diajarkan.

Secara kelembagaan, kegiatan ini mendukung inovasi layanan pendidikan bermutu tinggi yang sejalan dengan SDGs 4. Bagi para murid, pengerjaan studi kasus secara langsung berhasil menumbuhkan kesadaran akan pentingnya kesetaraan gender (SDGs 5) serta urgensi menghapus kesenjangan sosial dan pendidikan (SDGs 10). Selain itu, kajian mendalam terkait kasus cyberbullying, berita hoaks, dan intoleransi agama telah melatih murid untuk selalu mengedepankan nilai-nilai toleransi, kepatuhan hukum, dan cinta damai, selaras dengan SDGs 16. Mahasiswa dalam hal ini telah berhasil menciptakan ruang kelas sebagai miniatur masyarakat yang responsif dalam merumuskan solusi atas berbagai permasalahan sosial.

Ke depannya, inovasi model pembelajaran interaktif yang terintegrasi dengan studi kasus masalah nyata ini diharapkan dapat terus dipertahankan dan dikembangkan oleh pihak SMA Negeri 2 Sleman. Sebagai tindak lanjut dari kegiatan PK ini, para murid didorong agar tidak sekadar memahami teori sosiologi di dalam kelas, melainkan mampu mempraktikkan sikap kepedulian dan berani menginisiasi aksi sosial di kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, target pembangunan berkelanjutan dapat benar-benar mulai diwujudkan dari lingkup sekolah.

Frisca Alicia Rianti, 23040430023

Pendidikan Sosiologi – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik