Kegiatan pembelajaran bertema virologi dilaksanakan pada hari Jumat, 18 September 2026 di SMA Negeri 2 Sleman. Kegiatan pembelajaran ini merupakan bagian dari proses belajar-mengajar pada mata pelajaran Biologi dengan topik materi virus. Pada pertemuan ini, siswa mepelajari mengenai pengertian virus, ciri-ciri virus, dan struktur virus. Kegiatan dilaksanakan oleh mahasiswa Praktik Kependidikan Universitas Negeri Yogyakarta, Lina Sofiatul Amali, dengan sasaran seluruh siswa kelas X Amarta menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Topik yang diangkat memiliki keterkaitan yang erat dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG-3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) dan SDG-4 (Pendidikan Berkualitas) karena mendorong peningkatan literasi kesehatan sejak usia sekolah sekaligus memperkuat kualitas pembelajaran sains yang kontekstual dengan mengangkat isu terkini.
Kegiatan pembelajaran ini bertujuan untuk membekali siswa dengan pemahaman konseptual mengenai virus sekaligus melatih kemampuan berpikir kritis dalam mengaitkan materi pelajaran dengan permasalahan kesehatan aktual. Proses pelaksanaan diawali dengan penjelasan singkat mengenai konsep virus, kemudian dilanjutkan dengan memaparkan fenomena “Super Flu” sebagai pemantik dalam diskusi. Selanjutnya siswa akan diberikan penugasan kelompok untuk membuat mind map dengan studi kasus fenomena “Super Flu”, yaitu varian Influenza A (H3N2) subclade K yang belakangan menjadi perhatian dunia kesehatan global maupun nasional. Mind map yang disusun oleh siswa akan memuat enam aspek utama, yaitu pengetian dari Super Flu, cara penularan, gejala yang ditimbulkan, kelompok yang berisiko tinggi terjangkit penyakit, langkah-langkah pencegahan, serta pesan ajakan kepada masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa Praktik Kependidikan selaku fasilitator dan seluruh siswa kelas X Amarta sebagai peserta aktif.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa penerapan model Problem Based Learning mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi virus menjadi lebih bermakna, karena siswa tidak hanya mempelajari konsep dasarnya, namun juga mengkaitkannya dengan permasalahan aktual yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Hal ini terlihat dari hasil mind map yang disusun secara sistematis dan informatif. Dampak yang dirasakan tidak hanya pada aspek kognitif, namun juga pada kesadaran siswa akan pentingnya menjaga kesehatan diri dan lingkungan sekitar dari ancaman penyakit menular. Kegiatan pembelajaran ini memberikan kontribusi yang nyata terhadap pencapaian SDGs, khususnya pada upaya meningkatkan literasi kesehatan masyarakat sejak dini serta serta menghasilkan pembelajaran yang relevan dan bermakna.
Setelah kegiatan pembelajaran, diharapkan penerapan model Problem Based Learning dapat terus dikembangkan pada materi Biologi lainnya di SMA Negeri 2 Sleman, sehingga pembelajaran tidak hanya berorientasi pada teori, namun juga dapat membentuk siswa kritis, adaptif, dan peduli terhadap isu-isu global. Tindak lanjut yang dapat diusulkan adalah pengintegrasian topik-topik SDGs lain ke dalam pembelajaran Biologi secara berkelanjutan.
Lina Sofiatul Amali / 23030430030
Pendidikan Biologi
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam